Feb

11

need to revise the place of education tourism purpose

mobil museum angkut

mobil listrik museum-angkut

“Kecanggihan” Dari Sudut Hati

Bangsa Indonesia bangga karena ada tempat wisata yang bertaraf internasional, dengan koleksi ratusan kendaraan dari berbagai negara. Saya melihat-lihat dengan senang dengan keluarga besar, betapa luar biasa teknologi berkembang. Merek merek terkenal (dari luar negeri) memajang produk kebanggaan mereka seakan produsen motor itu mengatakan “lihatlah, produk kami adalah yang paling hebat”.

Ditengah keterpesonaan itu, kami melanjutkan melihat deretan  mobil-mobil yang ditata rapi. Hingga menaiki lantai 2, dan… betapa terkejutnya saya ketika melihat sebuah mobil sport yang dalam kondisi rusak dipajang. dengan keterangan sebagai berikut :

Tucuxi atau silumba-lumba adalah sebuah  mobil listrik produksi indonesia yang masih dalam tahap “purwarupa”. Desainer mobil ini seorang mantan karyawan pabrik mobil Chrysler di Amerika kelahiran Pacitan, Indonesia, Danet Suryatama.

Spesifikasi

Motor Listrik 2000 kwh (268HP) Setara dengan 3000 cc mobil bensin

Baterai : Lithium Iron Phosphate (IIIFEPO4) atau Nano Lithium

Waktu Pengisian : 3-5 jam fast charging, 10 jam slow charging

Kecepatan 200km/jam

Jarak 321km

Mobil ini mengalami kecelakaan pada uji coba lanjutan guna menempuh jarak total 1000km dari Solo menuju Surabaya pada tanggal 5 Januari 2013.

Mobil ini dikendarai oleh Dahlan Iskan dan mengalami kecelakaan diwilayah Plaosan Magetan yang merupakan rute pertama uji coba tersebut.

 

Ada pertanyaan yang melayang ke benak saya, ketika anak saya kemudian menanyakan,

“ayah, ini mobil buatan mana, kenapa mobil ini rusak,?” apa yang harus saya jawab? Salahkah ketika pengunjung tempat wisata ini berkesimpulan bahwa mobil buatan anak negeri / Indonesia “tidak aman”. Seakan ada pesan belilah yang aman dan canggih, buatan luar negeri..
apakah ini bagian dari  “revolusi mental?”

Mari kita bercermin dengan diri dan bangsa kita, apabila semua tempat yang menjadi jujugan wisata anak negeri tersimpan pesan yang sama, maka negeri ini hanya menunggu kehancuran karena telah dijajah dari berbagai sisi dan bom kerusakan mental itu akan meledak sewaktu-waktu dan kita benar-benar akan menjadi orang asing di negeri kita sendiri.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>